Tadi saya memberikan dua potong kabel, sebuah baterai dan bola lampu kecil pada anak-anak. Saya bilang, ayo coba buat lampunya menyala.
Anak-anak mulai mengeluh, tapi bagaimana caranya aku tidak tahu.
Saya bilang, saya punya banyak waktu untuk menunggu. Coba saja sampai bisa!
Mereka kasak-kusuk mencoba. Serius sekali. Sampai ada yang terus-terusan memandangi lampu dan sebuah kabel yang dikaitkan, lalu bertanya mengapa lampunya tidak menyala. Saya tunjukkan baterai dan kabel lain yang belum dipasangnya. Ia cengengesan.
Duapuluh menit saja semua sudah bisa menyalakan lampu kecil itu sendiri. Senangnya bukan kepalang, "Boleh aku bawa pulang, ya Bu?"
Sama, saya juga senang tidak harus selalu menyuapi kalian.
Tuesday, January 30, 2007
Monday, January 29, 2007
Sesat Pikir
Anak-anak yang berbakat umumnya memunculkan ciri bisa membaca pada usia sangat dini.
Lantas orang-orang mengira bahwa kalau mereka membuat anak-anaknya bisa membaca pada usia sangat dini, maka mereka akan membuat anak-anaknya menjadi anak berbakat.
Ini sesat pikir namanya.
*Eh, saya jadi ingat utang saya...
Lantas orang-orang mengira bahwa kalau mereka membuat anak-anaknya bisa membaca pada usia sangat dini, maka mereka akan membuat anak-anaknya menjadi anak berbakat.
Ini sesat pikir namanya.
*Eh, saya jadi ingat utang saya...
Subscribe to:
Posts (Atom)
