Tuesday, January 04, 2005

Tanggung Jawab


This term, we are moving to the next chapter of living values education : RESPONSIBILITY.

Dengan penuh semangat, pagi ini anak-anak - yang sudah fasih mengemukakan apa keistimewaan mereka dan menjelaskan dengan lugas mengapa semua orang pantas disayangi- , mendaftar tanggung jawab mereka di rumah dan di sekolah.

- menghabiskan makanan
- minum susu sampai habis
- latihan piano
- menemani adik bermain
- tidak menghilangkan spidol atau pensil
- membawa agenda
- mengambalikan buku perpustakaan.

Mereka juga mencoba mengenali tanggung jawab orang lain di sekitar mereka; ayah, ibu, si mbak, dan tentu saja Bu Tia. Muncul beberapa jawaban yang membuat saya tersenyum.

A tanggung jawab ibuku adalah olahraga setiap malam dan mengerjakan pe-er.
G ibumu punya pe-er?
A punya, bu
K kalau ibuku buat pe-er di laptopnya. tapi kalau aku sudah tidur. sebab kalau siang ibuku main terus sama aku.
G Memang apalagi tanggung jawab ibu atau ayahmu?
YL : mengurusi aku, bermain sama aku.
G Kalau ibumu tidak melakukan tanggung jawabnya, bagaimana?
Ke : Aku bisa mati
S : Tidak ada uang, aku tidak bisa makan!!!
(dan seketika semua bicara)

Salah seorang anak paling cerdas dan mediator terbaik di kelas kami menulis di kertasnya:

.... tanggung jawab ibuku adalah olahraga, mengerjakan PR dari kantor, bermain denganku, dan membantuku kalau aku ada kesulitan. Tapi ibuku jarang bermain denganku. Kalau yang lain sering dilakukan.

Saya terdiam. I think, as a child, she got everything a child would dream that she has.

Kadang-kadang saya terkejut melihat bagaimana mereka mempersepsi lingkungan di sekitar mereka. Anak-anak ini bukan hanya berumur tujuh tahun. Mereka sudah berumur tujuh tahun untuk mengerti apa artinya single parent.

Apa artinya diabaikan.
Apa artinya cantik.
Apa artinya pintar.
Apa artinya jadi nomor 3 dari lima bersaudara. Apa itu tertinggal.
Apa itu takut kehilangan.
Apa itu hiperaktif.
Apa itu menjaga perasaan.
Dan, apa itu tanggung jawab.


No comments: