Sunday, August 20, 2006

Keakraban Kata

Ke toko buku belakangan ini cukup melelahkan hati. Seperti biasa, terlalu banyak yang ingin dibeli. Apalagi sekarang saya senang pergi ke bagian buku untuk anak-anak. Buku anak berbahasa Indonesia sudah makin banyak dan makin menarik tampilannya. Topik yang diangkat pun mulai banyak ragamnya. Kalau saya menjelajah rak mencari buku-buku yang sesuai dengan tema di kelas saat ini, tidak ada kesulitan sama sekali.

Satu hal yang sering membuat saya kecewa ketika mulai membuka dan membaca buku-buku itu. Beberapa penerbit mengeluarkan buku-buku anak dengan pilihan kata enggak, tuh, dong, deh, loh ya, dan sejenis itu. Saya jadi urung memilih.

Sayang sekali, sebab materi buku itu baik. Pesan yang ingin mereka sampaikan pun baik. Benarkah pesan dan materi itu tidak akan sampai kalau menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar? Saya menduga itulah pertimbangan para penulis, penyunting, dan penerbit; menggunakan istilah-istilah yang lumrah dalam percakapan sehari-hari agar akrab dan disukai anak-anak.

Benarkah begitu?

Saya masih ingat beberapa buku berbahasa Indonesia waktu saya masih kecil. Beberapa buku itu tertulis dalam bentuk kalimat-kalimat bersajak. Saya ingat betul waktu itu saya senang mendengar bunyinya dan bisa membaca buku-buku itu berulang-ulang kali. Adik saya yang belum bisa membaca pun bisa berpura-pura sudah bisa membaca karena ia hafal kalimat-kalimat di buku itu, satu buku penuh!

Menurut saya, anak-anak tidak jadi lebih tertarik dengan lah deh dong gitu loh yang menyertai isi sebuah buku. Anak-anak mudah tertarik pada berbagai topik beserta gambar-gambar menarik. Anak-anak akan tekun jika kalimat-kalimat dalam buku itu sederhana, runtut, dan mudah dicerna.

Saya sedih. Di televisi orang-orang sudah berbicara dengan cara sesuka hati. Di rumah kita, siapa pula yang mau berbahasa baku baik dan benar. Kalau buku-buku anak sudah tidak mau memberi ruang, kalau bahasa baku hanya ada di buku pelajaran, nanti buku-buku sastra tak bisa lagi didekati anak-anak. Buku-buku indah itu akan terasa jauh dan asing.

Mungkin saya terlalu konservatif. Tetapi menurut saya, ada hal-hal yang harus dilakukan sesuai aturannya, ada juga hal-hal yang boleh dilakukan sesuka hati. Bahasa, adalah sesuatu yang harus dihargai seperti kita menghargai isi kepala dan hati kita di saat yang sama.

No comments: