Saturday, September 20, 2008

Menguasai Bahasa Ibu

Saat kita sibuk ingin anak-anak berbahasa ini dan itu sejak awal, belakangan saya justru sedang banyak membaca bahwa para dokter anak di luar Indonesia dan para ahli Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua untuk anak-anak justru menyarankan agar anak-anak lebih dulu menguasai bahasa ibunya, sebagai dasar yang terbaik untuk menguasai bahasa asing.

Nanti deh, referensinya. Tapi saya tidak akan berhenti menulis ini.

Terutama karena supervisor terjemahan saya bahkan sudah mulai meminta, "Anak-anakmu belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar, kan, ya? "

Sepertinya dia sudah pusing dengan penggunaan bahasa Indonesia yang kacau.

4 comments:

Anonymous said...

Wah Ti, gue lagi bikin tugas soal proses berpikir second language speaker. Seperti layaknya proses kognitif lainnya yang sangat mengandalkan aktivasi prior knowledge untuk memberi arti pada stimulus baru, gue gak kebayang kalo anak2 belajar Bahasa Inggris tanpa menguasai Bahasa Indonesia. Bagaimana memberikan struktur pada Bahasa Inggris kalau Bahasa Indonesianya kacau balau.
Hihihi... maap, gue gak sendiri bukan contoh yang baik. Gue gak tau padanan 'prior knowledge' dan 'second language speaker'. Hahaha.. kacau emang kalau jadi bilingual setelah dewasa. Bahasa Indonesia jadi kacau balau, Bahasa Inggris juga gak segitu becusnya..

Tia said...

Begitulah, Ira, kan nggak semua tahu soal proses kognitif. hahahaha.

Sudah jadi kepercayaan umum bahwa belajar dua bahasa makin dini makin baik. Sayangnya, sedikit yang tahu bahwa membesarkan anak bilingual itu nggak cuma asal bercakap-cakap dalam bahasa inggris di rumah atau sekolah berbahasa inggris.

Bukankah kita pun pernah jadi bagian dari itu, dulu? hihihihi...

Sudah ada beberapa anak yang gue temui "terlihat" bisa berbahasa Inggris tapi sebenarnya tidak, dan mengalami kesulitan besar berbahasa Indonesia.

Mana bisa belajar apa-apa coba?

Anonymous said...

Aha, seru nih!
Tolong tulis lebih banyak tentang yang ini ya, Bu Tia.
Saya termasuk salah satu orangtua yang percaya bahwa penguasaan bahasa ibu pada anak2 adalah bekal (terpenting) mereka untuk belajar lebih banyak lagi.
Saya banyak belajar tentang ini dari blognya pak gene netto (http://genenetto.blogspot.com). Akhirnya, Rasyad (3thn), masuk kelompok bermain yang menggunakan bahasa Indonesia secara penuh.
Ditunggu tulisan berikutnya, Bu Tia! :)

Piece of Cake said...

Saya setuju sekali deh. Bahasa Indonesia itu penting banget diajarkan sampai ngejejek pas di usia dini. Terkadang saya membiarkan anak-anak saya menonton sinetron agar kosa katanya bertambah. Memang banyak yang protes, lho kok sinetron. Tapi bukti keberhasilan metode icip2 ini adalah anak saya Kasih yang berumur 5 tahun. Dia banyak sekali bereksperimen dengan susunan kata/kosa kata baru yang dia dengar dari televisi.

Paparan terhadap bahasa asing justru sering saya berikan lewat konteks sehari-hari saja. Jadi anak-anak saya, sedari kecil sudah terbiasa berkata "Please, bunda", "Thank you", "Your welcome" dan beberapa frase tertentu saja. Banyak yang merasa aneh karena saya guru bahasa Inggris tapi saya tidak mengajarkan kosa kata bahasa Inggris dengan anak-anak saya.