Saturday, April 21, 2007

Workaholic

Susah sekali rasanya untuk duduk sebentar saja di tengah hari. Padahal sepertinya tidak ada yang saya kerjakan. Anak-anak? Ya mereka banyak pekerjaan.

Saya bersyukur, Carlo's Mum mau membantu kami membuat buku tahunan. Di pertemuan pertama, anak-anak belajar fotografi bersama Carlo's Mum. Setelah sedikit pengantar, anak-anak mulai bertebaran di sekitar sekolah untuk mencoba melakukan candid photos. Selagi mereka asyik foto-foto, bergantian mereka saya giring menemui Carlo's Mum untuk umpan balik. Saya dan fotografi? Yah, jadi objeknya saja nggak becus.

Saya sempat meragukan minat anak-anak sebab mereka nyaris tanpa ekspresi kalau diajak bicara. Bahkan saat briefing, ada yang mendadak berdiri, melompat ke arah pohon dan bilang pada teman-temannya, "Lihat, ada bunglon!"

Bunglon?

Ternyata saya salah. Beberapa hari berikutnya anak-anak mengerjakan "pe-er" memotret mereka di waktu-waktu luang dengan penuh semangat. Saya jadi sering melihat anak yang mengendap-endap membawa kamera. Mereka berusaha sekali membuat foto-foto candid. Apa yang terjadi? Para korban foto (terutama anak kelas 1 dan 2 yang bukan panitia buku tahunan) makin sadar kalau mereka sedang di foto, jadi banyak yang berpose.

Kadang-kadang saya menemukan empat kamera di meja saya (lho ini punya siapa saja?), atau justru kamera saya lenyap entah ke ruang mana. Ketertarikan mereka membuahkan "pe-er" untuk Carlo's Mum yang baik hati. 500 foto untuk disortir. Hehehehehe...


Di saat yang sama sebenarnya sebagian anak-anak sedang sibuk berlatih untuk konser. Lagunya, We're All In This Together. Mereka adalah kelompok fanatik penggemar High School Musical. Mereka menonton filmnya sejuta kali dan memutar CDnya di mobil selama berbulan-bulan. Anak-anak kelas 4 sudah pernah tampil memukau di pementasan sekolah. Anak-anak kelas yang lebih rendah meniru penampilan kelas 4 selama berminggu-minggu. Beberapa dari mereka berkesempatan pentas bersama kelas 4 dalam konser minggu depan. Tebak apa yang terjadi? Anak kelas 1 dan 2 latihan ekstra keras untuk bisa sama hebat dengan kakak-kakaknya. Mereka berlatih dua kali sehari selama dua minggu penuh. Padahal lagu ini high impact. Selesai menyanyi satu lagu, keringat pasti bercucuran. Begitu keras dan sering mereka latihan, sampai anak-anak yang tidak ikut konser berkomentar, "Nanti selesai konser, please jangan nyanyi lagu itu lagi. Aku sudah bosan mendengarnya. "

Anak-anak kelas 4 tidak keberatan. Mereka mengajari adik-adiknya sama seriusnya dengan guru balet. "Kakimu begini dulu baru berputar. Ya. Angkat tangannya segini. Hold."

Minggu depan konser sudah lewat, tapi kegiatan baru sudah menunggu. Koran Anak sudah menunggu liputan khusus anak-anak sekolah kami. Kemarin saya mengumpulkan tujuh penulis cilik dan mendiskusikan rencana kami. Anak-anak kelas 2 yang terpilih sudah hampir pingsan saking senangnya.

Kita akan menulis tentang Matahari. Ini pilihan topiknya. Siapa yang mau menulis tentang matahari sebagai sumber energi?

Mita, Lika, dan Mini berpandang-pandangan melempar kesempatan.
Dhimas sibuk sendiri.
Medina dan Sargie, anggota tim junior angkat tangan, "Aku saja deh bu!"

Siapa yang mau menulis tentang fakta seputar matahari?
Sargie lagi, "Aku mau, Bu!"

Siapa yang mau menulis tentang bahaya sinar matahari?
Sargie dan Medina, "AAAh! Itu kita sudah belajar. Aku saja Bu!"

Saya memberi tahu, "Biasanya yang dipilih untuk menulis adalah kelas 5 dan 6, tapi kali ini kalian yang menulis. Tulisan kalian bagus, jadi tunjukkan. Semangat dong. "

Dhimas memotong, "Really?"
Riri bilang, "Aku dikasih tema yang gampang saja ya bu."
Saya, "He? Enak saja. Yang gampang untuk kelas 2."
Riri, "Yaaaah... Ibuuu...."

Lika, Mini dan Mita masih memegang kamera (ingat, mereka masih sibuk foto-foto) dan mulai bingung bagaimana harus menulis tema mereka.
"Kita nggak ada yang suka sejarah bu. Yang suka itu Saras."
"Eh, Lika, tapi kan kamu sudah tahu soal Amaterasu."
"Oh iya, ya udah aku tulis soal itu saja."
Dhimas yang akhirnya memilih topik tentang mobil tenaga surya menambahkan, "Hei, ada lho yang namanya The Sun Temple"


Ok, Redaksi akan datang hari Selasa. Hari Senin tulisanmu tolong tunjukkan pada Bu Tia. Kita periksa dulu bersama-sama.

Mata mereka mulai berkilat-kilat.

Saya ikut bersemangat.

Saya lupa bahwa pada hari Sabtu dan Minggu ada gladi resik dan konser sungguhan.
Saya juga lupa kalau hari Selasa, sebagian anggota tim penulis mau presentasi untuk mencari sponsor, sementara Carlo's Mum juga menunggu foto mereka dan mau mengajari anak-anak membuat lay out.


Oh, No!


No comments: