Wednesday, September 06, 2006

Majas

Medina adalah satu dari anak-anak yang sudah tidak biasa berbicara dengan melagukan kalimat bernada merajuk. Selama dua bulan ini ia bicara lugas pada saya dan teman-temannya, tanpa harus jadi galak. Wah, bahkan soal ini saya harus belajar darinya.

Masalah kurang air bersih di Jakarta berimbas juga ke sekolah kami. Kadang-kadang tidak ada cukup air untuk aktivitas di kamar kecil. Kadang-kadang pula, saluran pipa dan ledeng sering ikut ngambek. Saya sudah cukup kebal untuk tidak kesal atau panik kalau tiba-tiba ada yang muncul di depan pintu kelas sambil berlagu, 'Buu... di kamar mandi tidak ada aaaiiiiir...."

Kemarin, giliran Medina yang kesulitan air saat ke kamar kecil. Ia kembali ke kelas dan berkata.

Toilet sekolah kita itu lucu, bu.

Kenapa memangnya?

Kalau semprotan dihidupkan, airnya tidak keluar. Tapi pipanya bocor jadi air menetes ke mana-aman. Lucu kan?

Hehehe. Benar juga ya.

No comments: