Tuesday, March 01, 2005

Jam Makan Siang

Saya senang mengajak anak-anak mengobrol di jam makan siang. Kami membicarakan banyak hal, seperti saya sering mengobrol dengan teman-teman saya; film favorit, makanan kesukaan, what would tomorrow be like, dan sebagainya.

Hari ini saya duduk di sebelah Mini. Ia membuka percakapan
(Mini) Bu Tia sudah punya anak?
(Saya) Belum.
(Mini) Kenapa belum?
(Saya) -- tersenyum -- sambil sibuk memotong-motong salaminya menjadi potongan kecil.
(Mini) Kenapa belum, bu?
(Saya) Because i haven't married yet.
(Mini) Kenapa belum menikah?
(Saya ) -- kehilangan kata-kata--

Sialnya saya! Memang tampang saya setua itu ya, sampai ditanya kenapa belum menikah? I thought i have a very baby face that people commonly mistake me as 18 years old?

I am THAT old... ??? Saya sudah sangat sering terjebak percakapan seperti ini dengan teman sebaya, mid twenties people, dan saya tidak berharap bertemu percakapan macam ini dengan anak-anak!

Anak jaman sekarang memang...

3 comments:

Tin said...

tia....apa kabar?? long time no see..
hm..sometimes penampilan bisa menipu kok, ti :) sbg sesama berbadan kecil, no worries kok. namanya jg anak2...di pikiran mereka kan yg ngajar mereka dah mesti kyk orang tua mereka..mana anaknya donk, bu tia??

Anonymous said...

tia... tia... jangan dihiraukan pertanyaan seperti ini... gue sendiri berharap kau ngga usah punya anak supaya perhatian ke anak2 sekolah kembang ngga terbagi... hehehehehe... perjalanan carlo masih panjang... butuh manusia2 pengajar (yang menganggap selalu makan gaji buta) seperti bu tia...
hehehehhee.. jangan dianggap serius ya buuuu,...

Tia said...

jangan gitu da... punya anak adalah salah satu impian terbesar dalam hidup gue... hehehehe

siapa tahu gue jadi punya ide2 bagus setelah punya anak. ya nggak?