Friday, April 18, 2008

Kertas Kotor


Minggu lalu saya memberi anak-anak tugas untuk mengamati tanah di masing-masing rumah dan mencoba mengklasifikasikannya seperti apa yang sudah kami pelajari di kelas.

Minggu ini, kertas-kertas kerja mereka sudah ada di meja saya. Laporan mereka baik, seperti biasa. Yang membuat saya tersenyum adalah sisa-sisa tanah yang menempel di kertas.
Saya tak tahu kalau ada guru lain yang juga senang menerima kertas kotor, tapi kemarin saya senang sekali.

Saya tahu mereka mengerjakannya sungguh-sungguh, dan semoga, dengan gembira.

Lalu, seperti biasa, Si Mbak ngomel lagi.

Mita (yang tersipu-sipu karena saya menunjukkan noda tanah di kertasnya) bercerita, "Mbakku marah-marah, Bu'Ngapain sih gali-gali tanah!' Aku cerita aja kalau ada PR. 'PR apa itu!' Begitu."

Hihihi....

Ngomong-ngomong tugas mengamati tanah di sekitar rumah bukanlah tugas lumrah di Jakarta yang sempit ini. Salah seorang murid saya sempat mengeluh, "Ibu, di rumahku kan nggak ada tanah."

Aduh. Saya kok tidak peka.

No comments: