Saturday, April 08, 2006

Lega

Mengingat betapa mencengangkannya cara berpikir dan tingkah laku anak-anak ini, saya sering khawatir mereka terlalu dewasa dan tidak normal.

Saya menjadi agak lega setelah memperhatikan anak-anak bermain di waktu istirahat. Beberapa anak perempuan sedang senang-senangnya bergerombol dalam kelompok kecil. Mereka sibuk dengan sebuah folder kecil berisi kertas-kertas dengan aneka gambar dan warna-warni. Mata mereka sibuk melihat-lihat, tangan mereka sibuk membolak-balik, dan mulut mereka sibuk berkomentar sambil tawar menawar.

Ya, seperti anak-anak tahun kapanpun juga, mereka mengoleksi "sesuatu yang berharga". Folder itu adalah harta tak ternilai. Setiap kertasnya diperoleh dengan usaha, baik usaha merayu orang tua masing-masing, juga merayu teman-teman untuk mau saling tukar. Belum lagi usaha-usaha untuk memperoleh pencapaian tertentu yang disyaratkan orang tua untuk memperoleh modal awal koleksi mereka berupa kertas dan foldernya.

Maka berjalanlah proses belajar jual beli yang paling awal; barter; tawar-menawar; mempertimbangkan "harga" setiap kertas; berusaha konsisten.

Saya dan Bu Andin saling pandang. Sepertinya isi kepala kami sama. Kami mengingat barang hasil koleksi di masa kecil yang kini teronggok begitu saja. Komentarnya adalah, "Setidaknya anak-anak ini adalah anak-anak."

No comments: