Wednesday, August 24, 2005

Ada Kejadian Apa Hari Ini?

Sepulang bekerja tadi saya mampir ke kantor teman-teman. Seperti biasanya mereka selalu menyapa saya dengan " Bu Guru!!!" Kadang-kadang, seperti hari ini, mereka bertanya, ada kejadian apa di sekolah hari ini?

Hari ini saya butuh waktu untuk mencari-cari kejadian hari ini. Semua berjalan normal seperti biasa. Maksud saya, tentu ada yang jatuh, menangis, protes, pertanyaan ajaib, dan sebagainya. Sampai saya menemukan satu cerita yang menurut saya menarik


Carlo dan teman-teman TK B-nya sedang sibuk menimbang
dan membandingkan berat badan bersama guru matematika mereka. Salah satu teman
Carlo naik ke atas timbangan, dan jarum menunjukkan angka 36. "Wah, tahun lalu
beratmu 32 kilogram, Nak!" si ibu guru berkomentar. Carlo tidak mau kalah,
"Berarti satu tahun ini beratmu naik 4 kilo ya!"


Bagi kami di ruang makan, komentar Carlo sungguh luar biasa! Kami yang tahu persis bahwa anak-anak TK hanya diharapkan bisa membilang sampai sekian puluh dan menguasai operasi hitung jumlah dan kurang untuk bilangan 1 - 10 tentu kagum dengan kemampuan Carlo mengenali selisih angka puluhan!

Tapi teman-teman saya tadi terdiam mendengar cerita saya.
"Bukannya normal, ya? " Alexander The Great bertanya. Tentu tidak, silly, tidak sama dengan kamu yang IQ-nya lebih dari 140.
Teman yang lain lagi bilang begini, "Oh, dia pasti tidak pernah main gundu!" Lalu teman saya ini bercerita bagaimana bermain gundu memaksanya berhitung tambah kurang dengan gundu harta bendanya.

Giliran saya yang tertawa. Lebih ke menertawakan diri sendiri. Bekerja bersama anak-anak ini 1) setiap hari membuat saya jadi pelupa. Saya sering lupa bahwa anak-anak bisa melalui proses belajar alamiah lewat bermain bersama teman. Saya begitu sering berkutat dengan rencana belajar dan standar kompetensi dan menggunakannya untuk mengagumi, mencela, dan mengkhawatirkan apa yang ditampilkan anak-anak.

Silly me, isnt' it?



1) Sekali lagi saya harus bilang bahwa saya bekerja bersama sekelompok anak yang sangat spesifik. Berasal dari kelas menengah, kelahiran ibu-bapak intelek tapi cenderung protektif, tumbuh di kota besar, tidak punya ruang bermain, dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, sekolah, atau tempat les daripada berkeliaran main sepeda, benteng atau kelereng dengan teman. Apapun yang saya lihat dan dengar dari anak-anak ini tidak bisa semena-mena digeneralisasikan pada semua anak di dunia yang pernah anda lihat.



No comments: